Tampil Beda !!! Apresiasi Sastra di Angkringan Tepi Sawah Setu "Semesta Mendayu-dayu"
MMC II BEKASI - Terdengar dari kejauhan suara penyair begitu mendayu-dayu, rupanya ada hal lain di sebuah tongkrongan milenial yang ada di Setu.
Angkringan Tepi Sawah Setu terletak di wilayah TamanSari, Setu, Kabupaten Bekasi. Buat aksesnya lumayan gampang, sebab posisi tidak jauh dari pusat kota Bekasi. Di momen Tahun Baru 1445 H ini diAngkringan Tepi Sawah Setu ini puluhan Sastrawan dengan sengaja dipanggil untuk meluapkan expresi dari bait-bait syair yang dibacakan pada Minggu sore, 23/7/2023.
Komarudin alias Bang Komar sapaan akrabnya saat ditemui Jurnalis MMC, sambil memandu jalannya acara "saya turut bangga dan bahagia karena para senior di bidang Sastra bisa hadir di Angkringan Tepi Sawah Setu ini, momen yang mungkin gak akan saya lupakan karena ada yang memberikan saya Hadiah spesial" ujarnya.
Acara sore hari ini kita kemas semata-mata untuk memberikan tempat dalam mengekpresikan puisi,cerpen,monolog,dongeng dan teater.ada juga Pelukis RSB menuangkan karyanya pada kanvas.
"Harapannya para pegiat seni atau sastrawan yang ada di Bekasi ini mendapatkan tempat untuk bisa terus menyalurkan Bakat seni sesuai skill yang terus dikembangkan" pungkasnya.
Acara ini Tampil Beda karena tempatnya benar-benar menyatu dengan alam pesawahan dan diapit pepohonan bambu khas yang ada di Bekasi.
Terkonfirmasi bahwa Sastrawan yang tampil yakni :
1. Wig SM.
2. Ketua Forum Sastrawan Indonesia.
3. 2. Singa Sundayana Perbangsa. Sastrawan FSI cab. Bogor.
4. 3. Reli Erlinawati.
5. Ketua Divisi sastra RSB.
6. 4. Ucha SM.
7. Sastrawan Indramayu.
8. 5. Dedi Irawan.
9. Ketua Bengkel sastra Indonesia.
10. 6. Herul Samangi.
11. Sekretaris Bengkel Sastra Indonesia.
12. 7. Rian Hamzah.
13. Raja dongeng Nusantara.
14. 8. Anis Shofwan.
15. Badan Pembina RSB "Pandawa" Bekasi.
16. 9. Iman Kurniawan.
17. Sekretaris Bengkel Sastra Indonesia.
18. 10. Tadjudin Umar.
19. Ketua Sastra Belantara.
20. 11. 3 siswa SD.
21. Junior RSB. Pandawa Bekasi.
Adapun Misi Apresiasi.
1. Mengenalkan sastra ke masyarakat umum pengunjung Angkringan tepi sawah.
2. 2. Sillaturahim antar lembaga sastra.
3. 3. Mendorong semangat komunitas sastra di Bekasi,sebab para tokoh sastra Indonesia berdomisili di Bekasi.
Suasana sore semakin syahdu dan meriah dengan penampilan Monolog dari Pendongeng Nasional kak Rian Hamzah yang identik dengan nilai edukasi kepada anak-anak, mereka larut dalam suasana pesawahan yang adem angin sepoy-sepoy dan kita sayonara dengan berfoto bersama.( Ahmad Taufik )
